Sabtu, 30 Agustus 2008

Awali dari akhir

Penyesalan adalah ekspresi yang selalu terjadi di akhir suatu peristiwa. Ada banyak orang mulai berdalih tentang hidupnya dengan pemahaman bahwa adalah sebuah NASIB jika ia harus miskin, jadi perampok, pencuri, pengemis, dsb.
Karena itu adalah satu keputusan yang bijak jika kita mulai menata hidup yang diawali dari akhir. Maksudnya, mulailah membuat planing /rencana / goal; goal untuk hidup pribadi, keluarga, pekerjaan, pelayanan, dsb.
Sebab jika hidup kita tidak memiliki goal maka yang ada sesungguhnya adalah hanya sebuah hidup bukan kehidupan. Kehidupan adalah hidup yang bergerak pada tujuan dan sasaran yang sudah ditentukan. Untuk memiliki goal, tentunya harus membuat goal.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat goal hidup:
1. Libatkan TUHAN
Melibatkan TUHAN adalah prioritas. Mengapa? Jika kita renungkan kembali proses penciptaan manusia :
a. manusia diambil dari debu tanah kemudian dibentuk langsung oleh tangan TUHAN, bagian demi bagian dengan seluruh organ yang dibuat secara detail, dari rambut sampai telapak kaki. Tapi pada tahap ini manusia belum hidup, apalagi bergerak.
b. tindakan selanjutnya ini yang sangat menentukan, yakni ketika TUHAN menghembuskan nafas ke dalam hidung manusia, saat itulah manusia menjadi makhluk yang hidup. Tapi belum memiliki kehidupan.
c. supaya manusia tidak sama dengan binatang (termasuk monyet), yang hanya sekedar hidup, TUHAN membuat manusia memiliki kehidupan dengan cara DIA memberi tanggung jawab kepada manusia untuk merawat taman Eden. Sejak saat itulah manusia memiliki kehidupan yakni hidup yang bergerak.
Karena itu manusia tidak bisa lepas dari TUHAN. Hidupnya bergantung penuh kepada TUHAN. Untuk membuat goal pun kita tidak bisa terlepas dari apa yang sudah TUHAN tetapkan bagi kita. Dan taruh ini dalan pikiran dan hatimu : bahwa sejak dahulu TUHAN tidak pernah merencanakan manusia hidup sengsara.
Dengan memahami bagian ini maka Anda akan menjadi lebih optimis dalam melihat hidup dan jauh dari keputusasaan.
Penekanan bagian ini adalah bangunlah kehidupan doa, karena doa akan membuat Anda jauh lebih tenang dalam menghadapi tantangan. Dan dengan tekun berdoa akan membuat Anda dapat memahami apa yang TUHAN mau dalam hidup Anda. KEHIDUPAN YANG GAGAL DIAWALI DARI GAGALNYA MENANGKAP MAKSUD TUHAN.

2. Melihat Potensi Pribadi
Melihat potensi pribadi adalah mulai peduli dengan apa yang ada pada diri Anda.
Apakah potensi itu? Yang dimaksud dengan potensi adalah keahlian atau kemampuan. Keahlian atau kemampuan itu dapat dilihat dari kecenderungan yang paling sering Anda kerjakan, dan Anda merasakan senang ketika mengerjakannya.
Jangan pernah meremehkan / menganggap enteng sesuatu yang sedang Anda kerjakan, sekalipun itu nampaknya kecil. Sebab TUHAN sanggup membuat yang kecil jadi besar, asal kita melakukan dengan rajin, setia dan tekun.
Hal yang paling berat dan sangat menghancurkan bukanlah apa yang orang lain katakan pada diri Anda, tapi apa yang Anda katakan pada diri Anda sendiri. Karena mati dan hidup itu dikuasai oleh lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya. Maksudnya, jika Anda sering gunakan lidah untuk mengucapkan hal-hal yang buruk; baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, maka itu akan menimpa hidupmu. Tapi apabila lidah ini kita gunakan untuk mengatakan hal-hal yang baik-baik, maka hal-hal yang baik itulah yang kita alami. Artinya, ketika kita terus mengatakan hal-hal yang baik (sekalipun riilnya tidak demikian) maka itulah yang disebut hidup yang penuh dengan pengharapan atau juga yang disebut hidup optimis.

3. Kembangkan Potensi
Potensi yang ada bukan sekedar untuk dikagumi, tapi itu akan menjadi lebih dahsyat kalau dikembangkan. Bagaimana mengembangkan potensi?
Pertama adalah bergaullah dengan orang yang potensinya sama dengan Anda, tentunya yang sudah lebih dulu maju. Jika kecenderungan Anda suka mengerjakan yang berhubungan dengan mekanik...ya bergaullah dengan orang-orang yang ahli mekanik, dst.
Penekanan pada bagian ini adalah Anda harus perhatikan komunitas Anda. Ingat! Pergaulan yang buruk, akan merusak kebiasaan yang baik.

4. Terus Berjuang
Orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tapi orang yang tidak pernah berhenti mencoba.

Ketika Anda menemukan goal Anda, Anda akan menjadi lebih bersemangat untuk mencapainya.
Permainan sepak bola itu seru karena da gawangnya (goal). Bayangkan jika permainan sepak bola itu tidak ada gawangnya, permainan itu tidak akan menarik dan membosankan karena hanya berputar-putar.
TERUSLAH BERJUANG